Dapat Wang
http://www.dapatwang.com/?id=powermoneymegat">
http://www.teknikpower.com/index.php?ref=jebat" target="_blank">
Isnin, 20 Februari 2012
Ahad, 19 Februari 2012
<!-- nuffnang -->
<script type="text/javascript">
nuffnang_bid = "16eeaf5dbfb297ce5a9844da06718e0e";
</script>
<script type="text/javascript" src="http://synad2.nuffnang.com.my/k.js"></script>
<!-- nuffnang-->
<script type="text/javascript">
nuffnang_bid = "16eeaf5dbfb297ce5a9844da06718e0e";
</script>
<script type="text/javascript" src="http://synad2.nuffnang.com.my/k.js"></script>
<!-- nuffnang-->
Jumaat, 27 Mei 2011
Hati Siapa Yang Lebih Mulia
Kalau hari ini seorang bayi boleh dibuang dalam tong sampah, boleh dibuang dalam tandas, boleh dibuang dalam longkang, boleh dibunuh dan dicampak sesuka hati. Oleh siapa?? Ya manusia atau ibu yang melahirkan bayi tersebut. Seorang kanak-kanak yang tidak berdaya boleh didera oleh ibu atau bapa atau sesiapa saja. Tapi kenapa seekor haiwan yang ganas boleh menyayangi anak kecil yang bukan anaknya sendiri dan bukan dari jenisnya pula. Muliakah manusia atau muliakah haiwan? Tanyalah diri anda dan renungkan...
Fenomena Halo di Taiping
Fenomena Halo berlaku di Taiping pada Jumaat tanggal 27 Mei 2011 jam 11.40 pagi.Fenomena ini biasa disebut sebagai fenomena ‘halo’. Biasanya ini dijumpai pada saat bulan purnama atau pada saat matahari bersinar terang di siang hari.
Fenomena ini adalah sejenis fenomena optik yang menampilkan bentuk cincin di sekitar sumber cahaya. Hal ini akibat dari refleksi dan refraksi cahaya matahari/bulan oleh kristal ais atau wap air yang berada dalam awan sirus, sehingga lingkaran cahaya itu menampilkan penampakan yang seakan-akan ada pelangi mengelilingi Matahari atau Bulan.
Fenomena halo ini sebenarnya bukanlah monopoli fenomena yang muncul saat suatu daerah sedang terkena gempa. Seringkali fenomena ini muncul di beberapa daerah yang tak terkena bencana gempa. Diantaranya, tercatat pernah terjadi di Bandung, Bogor, Jakarta pada tanggal 27 september 2007, kemudian di Makasar pada tanggal 29 oktober 2007, lalu di Padang pada tanggal 29 mac 2008.
Fenomena ini adalah sejenis fenomena optik yang menampilkan bentuk cincin di sekitar sumber cahaya. Hal ini akibat dari refleksi dan refraksi cahaya matahari/bulan oleh kristal ais atau wap air yang berada dalam awan sirus, sehingga lingkaran cahaya itu menampilkan penampakan yang seakan-akan ada pelangi mengelilingi Matahari atau Bulan.
Fenomena halo ini sebenarnya bukanlah monopoli fenomena yang muncul saat suatu daerah sedang terkena gempa. Seringkali fenomena ini muncul di beberapa daerah yang tak terkena bencana gempa. Diantaranya, tercatat pernah terjadi di Bandung, Bogor, Jakarta pada tanggal 27 september 2007, kemudian di Makasar pada tanggal 29 oktober 2007, lalu di Padang pada tanggal 29 mac 2008.
Isnin, 16 Mei 2011
Langgan:
Catatan (Atom)













